Kepedulian untuk Kebersamaan

Garage Sale

Garage Sale for Desi

Garage Sale 3 - 4 Desember 2011

Para pembeli terlihat sangat antusias untuk mendapatkan barang-barang second yang bermutu dengan harga sangat murah.

Bintaro, Danapeduli65.org - Penyakit GBS (Gullain Barre Syndrome) yang di derita oleh Desi dan penyakit  CP (Cerebral Palsy) yang diderita anaknya Daffa (4 tahun) membutuhkan dana yang terbilang besar untuk pengobatannya. Hal tersebut  membuat sahabat-sahabat Desi bersatu untuk mencarikan dana bagi pengobatannya dan kali ini ide cemerlang untuk mengadakan Bazaar terlontar dari sahabat-sahabat Desi.

Kurang lebih selama 2 minggu rekan-rekan yang berasal dari Alumni SMA dimana dulu Desi sekolah mulai berjibaku untuk menyiapkan Bazaar yang dilakukan pada tanggal 3 - 4 Desember 2011, sebuah Bazaar yang bertajuk Garage Sale, karena dilakukan di depan garasi rumah di daerah bintaro. Beberapa stand yang hadir di Bazaar tersebut menawarkan aneka ragam barang yang dijual, mulai dari pernak-pernik, makanan, minuman kesehatan hingga pakaian. Terdapat juga stand yang menjual barang-barang second namun layak pakai, salah satunya adalah stand yang dibuka oleh panitia dari Alumni SMA N 65.

Untuk mendapatkan modal awal, panitia mendapatkan sumbangan dari sesama rekan alumni SMA N 65 sebesar Rp. 690.000 yang kemudian dibelanjakan untuk membayar sewa stand sebesar Rp. 150.000 dan Rp 110.000 untuk keperluan lainnya seperti membeli plastik, label harga dan transport supir.

Sebagian besar barang yang ditawarkan adalah barang-barang second yang layak pakai mulai dari celana, kaos, kemeja, sepatu, sendal, kerudung, jilbab hingga komik. Selain itu, terdapat juga barang-barang baru yang dijual dengan harga yang sangat murah dibawah harga pasar mulai dari sabun, tempat makan anak, mainan anak dan banyak lagi. barang-barang ini didapatkan dari mereka yang menyumbang dan ingin membantu Desi serta daffa melalui acara Bazaar ini.

Karena begitu derasnya dukungan untuk acara ini menyebabkan barang-barang yang di kumpulkan di drop point di antaranya di rumah Galih, Puri, Iqbal dan tempat lainnya membeludak. Panitia kemudian merasa kesulitan mencari mobil untuk mengangkut barang-barang tersebut karena drop point yang terpencar cukup jauh, mereka khawatir modal awal yang terkumpul tidak cukup untuk menyewa mobil selama 2 hari.

Alhamdullilah Dia tidak pernah tidur, bantuan-NYA datang. Salah seorang rekan dari alumni SMA N 65  kemudian meminjamkan mobil pickupnya untuk membawa barang-barang dagangan selama 2 hari ke Bintaro.

Proses pengepakan barang dagangan mulai dilakukan menjelang 3 hari sebelum acara dimulai. Pada H-1, panitia mulai sibuk mengepak dan memberi label harga setiap barang. Untuk mempermudah dan mempercepat proses maka harga dinilai dengan metode qualitatif, mulai dari Rp. 5000, Rp. 10.000, hingga harga maksimum Rp. 50.000.

Hari pertama, Sabtu 3 Desember 2011, salah seorang Panitia sempat terbesit kegalauannya, "apakah laku dagangan yang ditawarkan apalagi di daerah perumahan menengah ke atas". Lagi-lagi bantuan-NYA datang, ternyata para pembeli datang dari semua kalangan dan mereka terlihat sangat antusias untuk mendapatkan barang-barang second yang bermutu dengan harga sangat murah. Panitia sempat kewalahan melayani pembeli, ada yang membeli untuk dijual kembali dan untuk dipakai sendiri. Ada salah satu pembeli yang begitu senangnya mendapatkan Celana Jeans bermerk Levis dengan harga Rp. 10rb saja. "Kocak juga tuh bapak, langsung dipakai disini pas dapet tuh celana" tutur salah satu panitia yang bernama Arief, yang begitu gembira melihat dagangannya laku. Total pendapat dihari pertama yang dibuka dari Pukul 09.00 - 03.00 kurang lebih sebesar Rp. 2.5 juta. Wow angka yang cukup fantastis membuat para panitia tidak sabar menunggu datangnya hari kedua.

Sebagian besar dagangan sudah habis terjual, malam harinya, panitia tidak hilang akal untuk menghadirkan barang “fresh” untuk dagangan keesokan harinya, beberapa donator pun dihubungi kembali dan akhirnya keesokannya panitia siap menghadapi para pembeli.

Minggu, 4 Desember 2011, panitia tetap semangat menyiapkan dagangannya, “warung” dimulai pada pukul 09.00, langsung diserbu oleh pembeli yang membeludak seperti layaknya hari pertama, setelah pukul 12 siang, pembeli agak berkurang mungkin dikarenakan siang itu matahari bersinar dengan teriknya, terlihat salah satu panitia yang bernama Tria harus menutupi kepala dengan pakaian dagangannya – untuk menghalau terik matahari langsung ke ujung kepalanya - sambil duduk di atas pakaian second yang sedang menanti pembeli.

Hari kedua dilengkapi dengan pemasangan banner dan pembagian brosur kepada pembeli, isi dari banner dan brosur tersebut adalah mengenai profile sahabat Kami Desi yang menderita penyakit GBS (Gullain Barre Syndrome) dan anaknya Daffa yang menderita penyakit CP (Cerebral Palsy).

Saat-saat yang dinantikan tiba, setelah berjibaku selama 2 hari di Bintaro garage Sale, tiba waktunya mengakhiri Bazaar, panitia kemudian menghitung jumlah pendapatan selama dua hari itu yaitu Rp. 5,505,000,  sehingga jika di total dengan sisa modal awal maka total perolehan pendapatan panitia bazaar yang dilakukan oleh para alumni SMAN 65 ini sebesar Rp. 5,944,000. Jumlah yang diluar perkiraan ini membuat panitia mengucapkan rasa syukur yang sangat dalam kepada Allah SWT dan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu baik materil maupun dukungan.

Uang yang hampir Rp. 6 juta ini selanjutnya diberikan seluruhnya ke organisasi Dana Peduli 65 untuk disampaikan kepada Desi untuk biaya pengobatannya. Jumlah di atas mungkin belum seberapa, belum bisa untuk membawa Desi menuju kesembuhannya, namun (mungkin) pesan yang ingin disampaikan para sahabat Desi adalah:

Desi, jangan pernah menyerah karena Kami pun tidak akan menyerah

 Bintaro, Garage Sale 3 – 4 Desember 2011.

Penulis memohon maaf karena tidak bisa menyebutkan satu-persatu nama yang terlibat di Bazaar ini, hal ini dikarenakan ketidakpiawaian penulis dalam menyatukan kata-kata. Mudah-mudahan hal ini tidak mengurangi makna yang ingin disampaikan.